Sunday, January 11, 2015

KEUNTUNGAN ROOT ANDROID 

Sering kali Android user merasa takut untuk melakukan ROOT smartphonenya dikarenakan takut garansinya akan hangus. Namun sebenarnya ROOT bukan merupakan suatu masalah ataupun hal buruk. Sebenarnya ROOT merupakan sebuah fitur yang memberi akses penuh kepada pemilik Android Device. Ketika sebuah Android Devices di root, banyak sekali fitur-fitru aplikasi yang dapat dijalankan, bahkan juga bisa meningkatkan performa Android menjadi beberapa kali lipat. Berikut adalah keuntungan-keuntungan dari ROOT Android :

1. Menyingkirkan Bloatware.
Bloatware adalah aplikasi-aplikasi yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, namun berjalan secara background di Android. Terkadang aplikasi-aplikasi bloatware memakan memory yang cukup besar sehingga dapat mengurangi performa dari Android Device. 



Bukan hanya mengurangi performa saja, bloatware terkadang mengaktifkan fitur-fitur tertentu yang membuat sebuah celah untuk para Cracker melakukan tindakan hijack data. Mungkin suatu ketika anda mempunyai foto-foto pribadi di handphone, dan tiba-tiba secara tidak sadar foto-foto tersebut tersebar di Internet. Contoh-contoh Aplikasi Penghilang Bloatware adalah System App Remover dan No Bloat Free.

2. BISA MENGGANTI SISTEM OPERASI DENGAN CUSTOM ROM

Salah satu keuntungan yang paling penting, dimana user dapat mengganti-ganti OSnya dengan CUSTOM ROM. Terkadang CUSTOM ROM dapat meningkatkan performa Android, contohnya kualitas kamera yang lebih baik, battre yang lebih irit, kemampuan menjalankan aplikasi yang lebih cepat. Pada suatu kasus sebuah Android Phone dapat menggunakan ROM Android Phone merek lain. Contohnya jika anda Pengguna Samsung, anda dapat menggunakan ROM Sony yang sudah di costume sehingga dapat berjalan pada Smartphone Android anda. Contoh CUSTOM ROM yang ternama adalah Paranoid Android, CarBon ROM.

3. DAPAT MENGGUNAKAN APPS YANG MEMBUTUHKAN AKSES PENUH.
Terkadang suatu aplikasi membutuhkan akses penuh dari Android anda. Misalkan anda ingin menggunakan USB atau memasang Joy Stick untuk bermain game. COntohnya SIXASIX yang merupakan sebuah Apps yang dapat menghubungkan android anda dengan PS3 Wireless controller, tentunya dengan menggunakan USB Dongel



Berikut adalah cara ROOT ANDROID SESUAI MEREK MASING-MASING.

1. SONY
2. SAMSUNG
3. LENOVO
5 HAL YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG ANDROID LOLLIPO
(ANDROID 5.0)

Android L pertama kali diperkenalkan pada acara Google I/O bulan Juni kemarin dan Google memberi preview sistem operasi terbaru tersebut kepada para developer agar mereka dapat mulai mengembangkan aplikasi yang kompatibel dengan sistem operasi tersebut. Dan hari ini, Google mengumumkan bahwa Android versi 5.0 tersebut resmi mempunyai nama Lollipop dan sudah mulai bisa digunakan di perangkat Nexus – dan berbagai perangkat lain segera menyusul – mulai bulan depan.
Pemilihan nama Lollipop sebenarnya sudah ditebak jauh hari sebelumnya, meskipun sempat beredar rumor bahwa penamaan Android 5.0 ini akan menjadi Lemon Meringue Pie. Google sudah terkenal memberi nama seri Android yang mereka kembangkan berdasarkan nama kue dan snack manis. Satu-satunya penamaan Android yang membuat kaget adalah Android 4.4 KitKat dimana sebelumnya santer diberitakan nama Key Lime Pie. Banyak sekali fitur baru yang terdapat di Android 5.0 Lollipop. Mengutip dari blog tersebut, “Lollipop adalah update Android paling besar dan ambisius dengan lebih dari 5.000 API baru untuk para developer.” Kali ini, Tech in Asia akan merangkum beberapa fitur utama baru yang dimiliki oleh Android 5.0 Lollipop ini.

1. DESAIN INTERFACE YANG BARU.

Android 5.0 Lollipop memperkenalkan bahasa desain baru yang mereka sebut sebagai Material Design. Google menggunakan bahasa desain ini untuk semua aplikasi yang mereka miliki. Contoh nyata tampilan Material Design yang sudah dapat Anda lihat pada aplikasi versi terbaru Google Play Store, Google Chrome, Google Play Newsstand, dan Google Drive yang sudah ada di perangkat Android Anda.

2. NOTIFIKASI LEBIH AKTIF DAN PINTAR.

Ketika menggunakan Android, kami sering terganggu dengan notifikasi yang muncul ketika membuka sebuah aplikasi – terutama notifikasi panggilan telepon yang sangat menyita perhatian. Anda juga mungkin merasakan hal yang sama. Dan hal tersebut disadari juga oleh Google. Melalui Android 5.0 Lollipop, Google memberi sistem notifikasi baru yang disebut sebagai notifikasi “heads up”. Dengannya, Anda tidak akan merasa terganggu lagi karena Anda bisa melakukan banyak hal seperti menerima telepon atau membalas pesan langsung dari banner notifikasi. Anda juga dapat mengatur notifikasi mana yang penting untuk ditampilkan. Jadi misalnya, Anda dapat memilih untuk menyembunyikan notifikasi dari kontak A, dan memberi Anda notifikasi untuk kontak B. Hal ini juga dapat diterapkan untuk aplikasi yang terpasang di perangkat Android Anda.
3. NEW RUNTIME SYSTEM.


Selama ini Android menggunakan sistem runtime yang dinamakan Dalvik. Sistem tersebut sudah cukup kuno karena ada sejak pertama kali Android diperkenalkan. Kini, Android 5.0 Lollipop menggunakan Android Runtime (ART) secara default sebagai sistem runtime mereka. Sebelumnya, Android KitKat yang terdapat di beberapa smartphone Android juga memberi opsi apakah Anda ingin menggunakan ART. Namun, kala itu ART masih belum cukup stabil untuk langsung digunakan secara default. Manfaat dari sistem runtime baru ini adalah performa yang lebih gegas. Google mengklaim bahwa sistem baru ini dapat berjalan empat kali lebih cepat dibandingkan sistem lama mereka. Namun, kekurangan sistem baru ini adalah belum 100 persen aplikasi di dalam Google Play Store sudah mendukung ART. Jadi, ketika Anda menjalankan aplikasi lama yang tidak di-update, besar kemungkinan aplikasi tersebut akan mengalami crash.

4. ANDROID KILL SWITCH



Isu keamanan kini menjadi hal yang sangat penting bagi para pengguna smartphone. Sebuah fitur yang dinamakan Factory Reset Protection kini dapat diaktifkan pada Android 5.0 Lollipop. Dengannya, ketika Anda ingin melakukan factory reset pada sebuah smartphone Android, Anda akan memerlukan sebuah password yang sebelumnya telah ditetapkan. Baca juga: hal yang harus dilakukan ketika (dan sebelum) smartphone Anda hilang Masih belum jelas apakah metode ini akan menjamin keamanan data Anda ketika perangkat Android yang dimiliki hilang atau dicuri. Namun, setidaknya Google sudah menyediakan cara dan menganggap bahwa isu ini merupakan isu yang cukup penting.
5. Arsitektur Processor 64-bit.

Apple pertama kali memperkenalkan arsitektur 64-bit pada perangkat mobile melalui smartphone iPhone 5s mereka. Dan kini, Google melakukan hal serupa dengan Android 5.0 Lollipop. Dengan bantuan sistem runtime ART, kini semua aplikasi Anda dapat berjalan dalam arsitektur 64-bit. Hal ini membuka kemungkinan yang lebih luas. Bahkan, bukan tidak mungkin sistem operasi mobile di masa depan dapat menggantikan sistem operasi desktop Anda. Hal ini juga merupakan kabar baik bagi para produsen perangkat Android. Karena dengannya, mereka dapat membuat sebuah perangkat Android yang menggunakan prosesor sekelas prosesor desktop PC. Daftar di atas hanya menyorot perubahan terbesar yang ada di sistem operasi Android terba